Powered by :
KOPER
Sabtu, 17 Januari 2015

Sedikit membahas tentang Colubrid


Scientific Classification
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Subphylum: Vertebrata
Class: Reptilia
Order: Squamata
Suborder: Serpentes
Family: Colubridae

Colubridae adalah family terbesar dari dunia ular dengan jumlah sekitar 2/3 jenis spesies ular yang ada, terdapat 304 genus dan 1.938 spesies yang berbeda. spesies ular ini dapat ditemukan disetiap benua di bumi kecuali antarctica.

Kebanyakan dari spesies colubridae ini tidak memiliki bisa (non-venomous) dan beberapa dari spesies memiliki bisa yang lemah, sehingga tidak membahayakan manusia.

Namun ini tidak berlaku untuk semua spesies colubrid, beberapa diantaranya memiliki bisa yang berakibat serius, seperti beberapa jenis dari subfamily Boiga, Coluber dan Rhabdophis. 

Bahkan gigitan ular Boomslang (Dispholydus typus) dan African Twig Snake dapat membunuh manusia apabila tidak ditangani dengan benar.



Corn, King and Milk Snake

tiga jenis ular ini merupakan ular yang paling umum dipelihara oleh pecinta colubrid, ketiga ular ini sangat disarankan untuk pemula, karena tidak berbahaya, ukuran yang relatif kecil, dan umumnya memiliki sifat yang tidak agresif.


CORN SNAKE (Pantherophis guttatus)




corn snake atau red rat snake, di namakan corn snake karena ular ini pemakan hewan-hewan pengerat yang berkeliaran di dalam tempat penyimpanan jagung, selain dari sisi keindahannya, ular ini memberikan manfaat positif bagi para petani.

corn snake tersebar di wilayah tenggara dan tengah negara amerika serikat.
ukuran dewasa bisa mencapai 1.2m - 1.8m. di alam liar, dan ular ini dapat bertahan hidup selama 6- 8 tahun, sedangkan di penangkaran ular ini dapat hidup sampai dengan 23 tahun.

Corn snake dapat dipelihara dalam satu kandang secara bersamaan karna corn snake tidak memiliki sifat kanibal, namun ukuran kandang harus tetap diperhatikan.




KING SNAKE AND MILK SNAKE (Lampropeltis)







King snake dan milk snake memiliki genus yang sama, penyebaran dari ular2 ini hampir diseluruh bagian tengah dan utara benua amerika. Genus Lampropeltis memiliki banyak subspesies dengan keberagaman ukuran dan motif. Ular-ular dengan genus lampropeltis umumnya memiliki sifat kanibal, jadi perlu pertimbangan untuk memelihara beberapa ekor ular ini dalam satu kandang sekaligus. 


Beberapa jenis yang biasa dipelihara :
 
    * California Kingsnake (Lampropeltis getula californiae)
    * Florida Kingsnake (Lampropeltis getula floridana)
    * Mexican Black Kingsnake (Lampropeltis getula nigra)
    * Eastern Kingsnakes aka Chain Kingsnake (Lampropeltis getula getula)
    * Desert Kingsnake (Lampropeltis getula splendida)
    * Gray Banded Kingsnake (Lampropeltis mexicana alterna)
    * Variable Kingsnake (Lampropeltis mexicana thayeri)
    * Eastern Milk Snake (Lampropeltis triangulum triangulum)
    * Mexican Milk Snake (Lampropeltis triangulum annulata)
    * Sinaloan Milk Snake (Lampropeltis triangulum sinaloae)
    * Honduran Milk Snake (Lampropeltis triangulum hondurensis)
    * Pueblan Milk Snake (Lampropeltis triangulum campbelli)
    * Nelson’s Milk Snake (Lampropeltis triangulum nelsoni)



Perawatan :

Untuk memelihara ular colubrid ini khususnya corn snake, milk snake dan king snake, perlu beberapa hal yang perlu diperhatikan :

1. Kandang

Kandang sebaiknya disesuaikan dengan ukuran ular yang dipelihara. untuk perbandingannya ular king snake dengan ukuran lebih dari 1 meter, kandangnya bisa menggunakan kontainer plastik, sedangkan untuk ular yang lebih kecil, biasanya keeper menggunakan gex aja.

disarankan ukuran kandang ular, memungkinkan ular untuk meluruskan badannya

2. Tempat Minum

ularjuga makhluk hidup, mereka juga butuh air untuk minum. jadi tempat minum merupakan hal yang harus ada dikandangnya. ular juga butuh air untuk mengatur suhu badan mereka, biasanya ular akan berendam ketika mereka merasa suhu lebih panas. selain itu, ular juga akan berendam ketika mereka akan melakukan pergantian kulit mereka.

3. Hiding Cave
hiding cave digunakan untuk persembunyian ular, di alam liar mereka lebih senang bersembunyi di tempat-tempat sempit, sehingga mereka merasa lebih nyaman dari serangan predator. jadi, untuk menghindari stress pada ular, keeper sebainya menyediakan suatu tempat untuk ular bersembunyi. bagi yang memelihara ular dengan ukuran baby. hiding cave merupakan hal yang sangat penting, karena ular baby sangat penakut dan gampang sekali stress.

4. Substrate


Substrate merupakan alas dari kandang ular. Substrate yang paling simple untuk ular adalah koran, karena koran dapat menyerap air dan kering, selain itu koran gampang dibersihkan lagi ketika ada kotoran. Namun koran juga memiliki kekurangan, yaitu dari segi tampilan kandang yang jadi kurang menarik. Alternatif lain, keeper juga bisa menggunakan substrat khusus yang dijual di pasaran seperti woodchip, karpet khusus untuk reptil. Namun perlu diperhatikan apakah substrat itu dapat membahayakan ular. Apapun substrat yang dipake, yang penting kebersihannya harus dijaga

5. Feeding

Pemberian makan pada ular dewasa dapat dilakukan setiap satu minggu satu kali. sedangkan untuk ular yang masih baby, pemberian makan dilakukan lebih sering yaitu dua kali dalam satu minggu. Biasanya ular diberikan makan mice atau rat yang disesuaikan dengan ukuran ularnya.

Disarankan untuk pemberian makanan kepada ular, pakan perlu di pre-killed dulu agar tidak melukai ular tersebut ketika dimakan.

6. Heating

Untuk penghangatan kandang keeper dapat menggunakan lampu, namun lampu tersebut memiliki cahaya redup dan berada di luar kandang, karena dapat membakar kulit ular ketika tersentuh. Apabila menggunakan lampu dengan cahaya terang dapat mempengaruhi tingkat kenyamanan si ular, karena umumnya ular ini lebih aktif waktu sore sampai pagi hari. Oleh karena itu ular ini tidak terlalu membutuhkan pencahayaan yang banyak.

7. Sheding

Pergantian kulit pada ular ukuran kecil lebih sering dibandingkan ular yang sudah dewasa. biasanya ular akan berganti kulit 1-2 bulan sekali. untuk itu diperlukan kelembaban yang lebih untuk membantu ular dalam berganti kulit. hal ini dapat dibantu dengan adanya tempat minum yang memungkinkan ular untuk berendam



 Masalah Kesehatan :

 Adapun penyakit yang biasa di derita oleh ular di antaranya :

1. Mouth Rot atau Sariawan

Merupakan infeksi bakteri pada bagian mulut ular. penyakit ini diakibatkan oleh kandang yang tidak higienis dan kandang yang memiliki bagian tajam yang meluakai mulut ular. penyakit ini ditandai dengan adanya produksi liur yang berlebih pada mulut ular dan sering adanya gelembung dari mulut ular. apabila terus dibiarkan, akan terjadi peradangan dan rontoknya gigi ular.

untuk penanganannya diperlukan tenaga ahli untuk mengetahui bakteri apa yang bersarang pada mulut ular. biasanya pada tahap awal diberikan vitamin A, C dan B kompleks serta anti biotik.

2. Infeksi Pernafasan

Infeksi pernafasan disebabkan adanya virus karena kandang terlalu lembab atau dingin.

gejala awal ditunjukkan dengan suara berat ketika ular bernafas, ular sering membuka mulutnya dan mengeluarkan liur di bagian mulut atau di hidung.
hal ini perlu penanganan cepat oleh dokter karena penyakit ini berakibat sangat fatal.

3. Constipation atau sembelit

Adalah masalah umum di antara ular peliharaan. Penyebabnya antara lain suhu lingkungan dehidrasi, parasit. 

Ular sembelit harus sering direndam dalam air hangat selama 20-30 menit setiap hari selama 1-2 hari. 
Apabila gejala masih terjadi, harap hubungi dokter hewan kesayangan anda.


 Ular Mogok Makan :

 Kemungkinan ular tidak mau makan biasanya terjadi karena beberapa hal, seperti :
1. Masih stress dengan lingkungan baru
2. Beberapa Ular tidak mau makan kalau mau sheding/ganti kulit
3. Ular Birahi

Cara Penanganannya

1. Tak usah panik.

2. Sediakan hiding cave/tempat bersembunyi didalam kandang ular. simpan ular beserta kandangmya di tempat yang gelap dan sunyi serta jarang dilewati selama 1-2 hari.
3. Pada malam hari sebelum kita tidur, coba sediakan makanan bagi si ular di dalam kandangnya dan biarkan sampai besok pagi.

paginya cek kembali, apakah sudah dimakan atau belum, kalau belum ambil lagi makanannya.
4. ulangi langkah ke dua selama 1 hari, dan malam harinya coba lagi langkah ke 3.

5. ulangi terus-menerus hingga si ular mau makan.

Untuk menambah nafsu makan ular, bisa menggunakan0 minyak ikan pada air minum ular atau diteteskan pada makanan yang akan di berikan pada si ular.




 Colubrid In Asia

Rhinoceros ratsnake (Rhynchophis boulengeri)


Ular unik dengan adanya tandung di ujung mulut ini tersebar di bagian tenggara benua asia, ular ini mengalami perubahan warna dalam hidupnya, mulai dengan warna coklat ketika baby, kemudian abu-abu dan berubah menjadi hijau ketika dewasa. ular ini bersifat arboreal dan cenderung nocturnal

Red-tailed Green Ratsnake (Gonyosoma oxycephalum)



Ular yang tersebar di wilayah asia tenggara ini dapat tumbuh hingga 2,4 meter. Ular ini akan menggembungkan bagian lehernya ketika merasa terancam untuk menakuti musuhnya.



Mandarin Rat Snake (Euprepiophis mandarinus)
 



satu lagi nih ulat yang bikin ileran, penyebarannya di bagian timur asia, khususnya china.

 

Red Bamboo Rat Snake (Oreocryptophis porphyracea)



Penyebarannya ada di India (Darjeeling, Sikkim, Assam, Arunachal Pradesh (Miao, Namdapha - Changlang district, Itanagar - Papum Pare district), Burma, Thailand, Laos, Cambodia, Vietnam, Tibet, Nepal, South China (Sichuan, Yunnan, Hong Kong, Hainan, northward to Henan and Gansu; south to Wei He river), Taiwan, West Malaysia (Cameron Highlands, Pahang), Indonesia (Sumatra)





 Breeding

Sebelum mengawingkan ular, breeder harus memperhatikan beberapa hal, khusunya untuk breeding genus lampropeltis, karena sebagian besar mereka adalah kanibal.

Perlu wadah atau tempat untuk bayi2 ular nanti. Persediaan untuk makanan bayi2 ular nanti, mereka membutuhkan 2 ekor pinkies untuk tiap bayi ular perminggunnya. Biasanya ular akan mengeluarkan 12-15 telur, jadi apabila semua telur menetas maka dibutuhkan 30 ekor pinkies tiap minggunya.... .

1. Tentukan jenis kelamin dari ular,,, caranya yang paling akurat dengan probing, namun harus dilakukan oleh yang telah ahli karena dapat membahayakan ular





2. Ular yang siap kawin biasanya telah mencapai umur 2 tahun untuk jantan, dan 3 tahun untuk betinanya, dengan badan betina yang proposional (tidak terlalu kurus)
Karena di Indonesia beriklim tropis, proses mengawinkan ular tidak harus melewati proses hibernasi, atau brumation.

3. Menggabungkan indukan ular dalam satu kandang. proses ini perlu diperhaikan, karena takut adanya perkelahian antara kedua indukan. Sebaiknya proses penggabungan ini dilakukan setelah betina selesai melakukan sheding, karena feromon yang terdapat pada kulit baru akan menarik perhatian jantanya.


4. 30 - 45 hari setelah proses perkawinan betina akan mengeluarkan telur2nya.. breeder harus menyiapkan tempat khusus untuk betina meletakkan telurnya, bisa berupa kotak yang di isi dengan spagnum moss, atau vermiculate yang telah di basahi terlebih dahulu.




5. Setelah induk ular beristirahat, keluarkan telur2 tersebut dan pindahkan ke incubator yang juga telah disediakan tanpa merubah posisi telur tersebut.




 Edited by : Admin

Source by : Colubrid Lovers
Kamis, 15 Januari 2015

Ular Genteng (common house snake)



Ular genteng / treweng, atau ular cecak, nama kerennya common house snake aka lycodon capucinus
Spesies ini relatif umum menghuni daerah perhutanan, tetapi yang paling sering terlihat di taman-taman dan kebun-kebun atau dekat dengan tempat tinggal manusia. Ular ini tidak berbahaya, tetapi jika diprovokasi mungkin akan tetap digigit oleh mulut kecilnya

Warna tubuh coklat muda, dengan kuning putih atau pucat. Kepala coklat, dan ada sebuah corak kuning pucat khas di leher. Di daerah bibir berwarna kuning pucat dan perut putih.

Rentang spesies di seluruh Asia Tenggara, termasuk seluruh Indocina dan sejauh timur seperti pulau Timor.



 

 

Ini info selengkapnya :


Common Wolf Snake (Lycodon Capucinus) atau yang biasa disebuit dengan ular gentng/ular cicak  adalah ular kecil yang masih masuk dalam family Colubridae. Ular ini masih bersaudara dengan corn snake, milk snake & king snake.  Ular genteng lebih suka hidup di daerah yang berumput pendek. Taringnya cukup panjang untuk ukuran tubuhnya yang hanya sekitar 70 cm (jantan dewasa) atau 55 cm (betina dewasa). Mangsa ular ini sebagian besar adalah cicak, kadal & katak.  Tapi ular genteng juga tidak menolak mangsa tikus kecil. Penyebaran ular ini mulai dari Asia hingga Australia.  Ular genteng ini bersifat terrestrial dan lebih banayk menghabiskan waktunya di atas tanah. Tapi ular genteng sangat pandai memanjat pepohonan, tebing tebing, dinding berbatu hingga ke atap rumah. Uklar genteng termasuk hewan nocturnal, karena saat siang, ular genteng lebih memilih untuk tidur bergulung di tempat persembunyiannya yang biasanya di bawah tumpukan kayu, di sudut atap rumah atau di celah celah tebing.

Ular genteng termasuk agresif, terutama sewaktu merasa terganggu. Ular genteng tidak berbisa tapi tentu saja akan menggigit jika merasa terganggu/terancam. Gigitannya cukup bisa membuat luka karena ular genteng juga memiliki taring di rahang atas & bawah. Tapi biasanya setelah dipelihara ular genteng akan cepat jadi jinak.
Ular genteng sudah bisa dikatakan dewasa jika sudah berumur 2 tahun. Saat ini biasanya ular genteng siap kawin. Musim kawin ular genteng adalah sekitar bulan November sampai Januari dan akan mulai bertelur bulan Februari. Telur ular genteng rata rata berjumlah 4 hingga 11 butir dan akan menetas sekitar bulan April atau Mei.
 

Sediakan tempat bersembunyi dalam kandang jika memelihara ular ini. Sediakan juga potongan kayu dengan posisi berdiri untuk menunjang kesukaan ular ini memanjat. Ular genteng walaupun tidak beracun tapi jika sedang terancam akan mengeluarkan bau yang tidak sedap, berusaha kabur atau bahkan berusaha menggigit  apalagi jika merasa terganggu saat malam hari. Jika merasa terganggu di siang hari, ular ini hanya akan melingkar dan menyembunyikan kepalanya dalam lilitan tubuhnya.

Edited By : Admin
Source By : satwa unik

Cara Mengenali Ular Berbisa Atau Tidak

Cara Mengenali Ular Berbisa Atau Tidak secara khusus sangat penting bagi para penggiat alam terbuka terutama para penyusur hutan belantara. Tetapi tidak menutup kemungkinan berguna untuk keseharian saat kita berada di wilayah yang di tengarai banyak terdapat ular.

www.belantaraindonesia.org 
 
Anda harus tahu bahwa ular berbisa dan tidak berbisa dapat dibedakan secara fisik. Tak hanya ciri fisik, bahkan banyak sisi yang dapat dimanfaatkan untuk melihat ular itu berbahaya atau tidak.

Tidak Langsung Pergi
Ular berbisa memiliki kebiasaan untuk menunggu korban gigitannya mati di hadapannya. Sehingga setelah menggigit, sejenis ular kobra akan tetap diam di tempat. berbeda dengan ular tanpa bisa atau berbisa rendah, mereka cenderung akan langsung pergi setelah menggigit apapun yang mengusiknya.

Ular Agresif Tidak Berbisa
Kebanyakan, ular yang agresif justru cenderung tidak berbisa. Mereka hanya sekedar menakut - nakuti atau sekadar bertahan saat merasa terusik. Itulah cara mereka untuk mengusir predator.
Berbeda dengan ular yang tenang dan gerakannya lambat. Ular - ular jenis ini justru memiliki bisa tinggi. Contohnya seperti King Cobra, ular ini cenderung berjalan dengan pelan meskipun terusik. Jika benar - benar terusik, maka dia akan mematuk dan meninggalkan bisanya pada korban. 

Keluar Pada Siang Hari
Aktivitas ular tidak berbisa biasanya siang hari. Hampir dipastikan bahwa ular tersebut tidak berbisa. Sebab ular berbisa biasanya justru berburu pada malam hari. Seperti contohnya ular weling. namun ada pengecualian, ular King Cobra biasanya juga berburu pada siang hari.

Tidak Perlu Membelit
Jika ular berbisa, tidak perlu membelit untuk membunuh mangsanya. Sebab dengan satu gigitan saja, mangsa akan tergeletak tak berdaya bahkan mati. Sementara untuk ular yang tidak memiliki bisa cenderung membelit mangsanya agar mati.

Bentuk Kepala
Bentuk kepala ular tidak berbisa biasanya lonjong seperti telur. Sementara untuk ular berbisa, mereka memiliki bentuk kepala segitiga. Namun yang perlu diingat adalah, tetap ada pengecualian. Contohnya ular kobra, ular ini tidak memiliki bentuk segitiga namun bisanya sangat mematikan.

www.belantaraindonesia.org
 
Jenis Gigitan
Apabila Anda digigit ular, coba lihat bagaimana bekas gigitan tersebut. Apabila meninggalkan bekas dua titik akibat taring ular, maka jelas itu adalah ular berbisa. Namun jika gigitan tersebut meninggalkan bekas luka berupa deretan gigi yang tersusun rapi ( bekas gigitannya melengkung membentuk gigi ), maka itu bukanlah ular berbisa.
 
Edited By : Admin
 Source by : Link

Daftar Jenis Reptil Dilindungi

Daftar jenis Reptil dilindungi menurut LAMPIRAN PP No 7 tahun 1999 

III. REPTILIA (Melata)

No. | Nama Latin | Nama Lokal

Kura-Kura
164 Batagur baska = Tuntong
165 Caretta caretta = Penyu tempayan
166 Carettochelys insculpta = Kura-kura Irian
167 Chelodina novaeguineae = Kura Irian leher panjang
168 Chelonia mydas = Penyu hijau
169 Chitra indica = Labi-labi besar
175 Dermochelys coriacea = Penyu belimbing
176 Elseya novaeguineae = Kura Irian leher pendek
177 Eretmochelys imbricata = Penyu sisik
180 Lepidochelys olivacea = Penyu ridel
181 Natator depressa = Penyu pipih
182 Orlitia borneensis = Kura-kura gading

Kadal
170 Chlamydosaurus kingii = Soa payung
178 Gonychephalus dilophus = Bunglon sisir
179 Hydrasaurus amboinensis = Soa-soa, Biawak Ambon, Biawak pohon
185 Tiliqua gigas = Kadal Panan
187 Varanus borneensis = Biawak Kalimantan
188 Varanus gouldi = Biawak coklat
189 Varanus indicus = Biawak Maluku
190 Varanus komodoensis = Biawak komodo, Ora
191 Varanus nebulosus = Biawak abu-abu
192 Varanus prasinus = Biawak hijau
193 Varanus timorensis = Biawak Timor
194 Varanus togianus = Biawak Togian

Ular
171 Chondropython viridis = Sanca hijau
183 Python molurus = Sanca bodo
184 Phyton timorensis = Sanca Timor

Buaya
172 Crocodylus novaeguineae = Buaya air tawar Irian
173 Crocodylus porosus = Buaya muara
174 Crocodylus siamensis = Buaya siam
186 Tomistoma schlegelii = Senyulong, Buaya sapit

Edited by : Admin

Cara Menetaskan Telur Ular

Sanca kembang atau kadang juga disebut Sanca batik adalah sejenis ular tak berbisa yang berukuran besar dan memiliki ukuran tubuh terpanjang di antara ular lain. Ukuran terbesarnya dikatakan dapat melebihi 6.95 meter.

Lebih panjang dari anakonda (Eunectes), ular terbesar dan terpanjang di Amerika Selatan. Nama-nama lainnya adalah ular sanca; ular sawah; sawah-n-etem (Simeulue); ular petola (Ambon); dan dalam bahasa Inggris reticulated python atau kerap disingkat retics.








Identifikasi

Sanca kembang ini mudah dikenali karena umumnya bertubuh besar. Keluarga sanca (Pythonidae) relatif mudah dibedakan dari ular-ular lain dengan melihat sisik-sisik dorsalnya yang lebih dari 45 deret, dan sisik-sisik ventralnya yang lebih sempit dari lebar sisi bawah tubuhnya. Di Indonesia barat, ada lima spesiesnya: tiga spesies bertubuh gendut pendek yakni kelompok ular peraca (Python curtus group: P. curtus, P. brongersmai dan P. breitensteini) di Sumatra, Kalimantan dan Semenanjung Malaya.

Dua spesies yang lain bertubuh relatif panjang, pejal berotot: P. molurus (sanca bodo) dan P. reticulatus. Kedua-duanya menyebar dari Asia hingga Sunda Besar, termasuk Jawa. P. molurus memiliki pola kembangan yang berbeda dari reticulatus, terutama dengan adanya pola V besar berwarna gelap di atas kepalanya. Sanca kembang memiliki pola lingkaran-lingkaran besar berbentuk jala (reticula, jala), tersusun dari warna-warna hitam, kecoklatan, kuning dan putih di sepanjang sisi dorsal tubuhnya. Satu garis hitam tipis berjalan di atas kepala dari moncong hingga tengkuk, menyerupai garis tengah yang membagi dua kanan kiri kepala secara simetris. Dan masing-masing satu garis hitam lain yang lebih tebal berada di tiap sisi kepala, melewati mata ke belakang.

Sisik-sisik dorsal (punggung) tersusun dalam 70-80 deret; sisik-sisik ventral (perut) sebanyak 297-332 buah, dari bawah leher hingga ke anus; sisik subkaudal (sisi bawah ekor) 75-102 pasang. Perisai rostral (sisik di ujung moncong) dan empat perisai supralabial (sisik-sisik di bibir atas) terdepan memiliki lekuk lubang penghidu bahang (heat sensor pits) yang dalam (Tweedie 1983).

Biologi dan Penyebaran

Sanca kembang terhitung ular terpanjang di dunia. Ular terpanjang yang terkonfirmasi berukuran 6.95 m di Balikpapan, Kalimantan Timur[1] sedangkan berat maksimal yang tercatat adalah 158 kg (347.6 lbs). Ular sanca termasuk ular yang berumur panjang, hingga lebih dari 25 tahun.

Ular-ular betina memiliki tubuh yang lebih besar. Jika yang jantan telah mulai kawin pada panjang tubuh sekitar 7-9 kaki, yang betina baru pada panjang sekitar 11 kaki. Dewasa kelamin tercapai pada umur antara 2-4 tahun.

Musim kawin berlangsung antara September hingga Maret di Asia. Berkurangnya panjang siang hari dan menurunnya suhu udara merupakan faktor pendorong yang merangsang musim kawin. Namun demikian, musim ini dapat bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Shine et al. 1999 mendapatkan bahwa sanca kembang di sekitar Palembang, Sumatera Selatan, bertelur antara September-Oktober; sementara di sekitar Medan, Sumatera Utara antara bulan April-Mei.

Jantan maupun betina akan berpuasa di musim kawin, sehingga ukuran tubuh menjadi hal yang penting di sini. Betina bahkan akan melanjutkan puasa hingga bertelur, dan sangat mungkin juga hingga telur menetas (McCurley 1999).

Sanca kembang bertelur antara 10 hingga sekitar 100 butir. Telur-telur ini ‘dierami’ pada suhu 88-90 °F (31-32 °C) selama 80-90 hari, bahkan bisa lebih dari 100 hari. Ular betina akan melingkari telur-telur ini sambil berkontraksi. Gerakan otot ini menimbulkan panas yang akan meningkatkan suhu telur beberapa derajat di atas suhu lingkungan. Betina akan menjaga telur-telur ini dari pemangsa hingga menetas. Namun hanya sampai itu saja; begitu menetas, bayi-bayi ular itu ditinggalkan dan nasibnya diserahkan ke alam.

Sanca kembang menyebar di hutan-hutan Asia Tenggara. Mulai dari Kep. Nikobar, Burma hingga ke Indochina; ke selatan melewati Semenanjung Malaya hingga ke Sumatra, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara (hingga Timor), Sulawesi; dan ke utara hingga Filipina (Murphy and Henderson 1997).

Sanca kembang memiliki tiga subspesies. Selain P.r. reticulatus yang hidup menyebar luas, dua lagi adalah P.r. jampeanus yang menyebar terbatas di Pulau Tanah Jampea dan P.r. saputrai yang menyebar terbatas di Kepulauan Selayar. Kedua-duanya di lepas pantai selatan Sulawesi Selatan.
Ekologi

Sanca kembang hidup di hutan-hutan tropis yang lembap (Mattison, 1999). Ular ini bergantung pada ketersediaan air, sehingga kerap ditemui tidak jauh dari badan air seperti sungai, kolam dan rawa.

Makanan utamanya adalah mamalia kecil, burung dan reptilia lain seperti biawak. Ular yang kecil memangsa kodok, kadal dan ikan. Ular-ular berukuran besar dilaporkan memangsa anjing, monyet, babi hutan, rusa, bahkan manusia yang ‘tersesat’ ke tempatnya menunggu mangsa (Mattison 1999, Murphy and Henderson 1997, Shine et al. 1999). Ular ini lebih senang menunggu daripada aktif berburu, barangkali karena ukuran tubuhnya yang besar menghabiskan banyak energi.

Mangsa dilumpuhkan dengan melilitnya kuat-kuat (constricting) hingga mati kehabisan napas. Beberapa tulang di lingkar dada dan panggul mungkin patah karenanya. Kemudian setelah mati mangsa ditelan bulat-bulat mulai dari kepalanya.

Setelah makan, terutama setelah menelan mangsa yang besar, ular ini akan berpuasa beberapa hari hingga beberapa bulan hingga ia lapar kembali. Seekor sanca yang dipelihara di Regent’s Park pada tahun 1926 menolak untuk makan selama 23 bulan, namun setelah itu ia normal kembali (Murphy and Henderson 1997).

Taksonomi

Penelitian Filogenetik terbaru mendapatkan hasil yang sangat mencengangkan, bahwa Ular Sanca Kembang dan Ular Sanca Timor ternyata lebih dekat dengan Australasian Python dibanding dengan genus Python yang lain.Sehingga Ular Sanca Kembang dan Ular Sanca Timor dimasukkan dalam genus baru, yaitu Broghammerus.

Sanca dan Manusia

Sanca --terutama yang kecil-- kerap dipelihara orang karena relatif jinak dan indah kulitnya. Pertunjukan rakyat, seperti topeng monyet, seringkali membawa seekor sanca kembang yang telah jinak untuk dipamerkan. Sirkus lokal juga kadang-kadang membawa sanca berukuran besar untuk dipamerkan atau disewakan untuk diambil fotonya.

Sanca banyak diburu orang untuk diambil kulitnya yang indah dan bermutu baik. Lebih dari 500.000 potong kulit sanca kembang diperdagangkan setiap tahunnya. Sebagian besar kulit-kulit ini diekspor dari Indonesia, dengan sumber utama Sumatra dan Kalimantan. Semua adalah hasil tangkapan di alam liar.

Jelas perburuan sanca ini sangat mengkhawatirkan karena mengurangi populasinya di alam. Catatan dari penangkapan ular komersial di Sumatra mendapatkan bahwa sanca kembang yang ditangkap ukurannya bervariasi antara 1 m hingga 6 m, dengan rata-rata ukuran untuk jantan 2.5 m dan betina antara 3.1 m (Medan) – 3.6 m (Palembang). Kira-kira sepertiga dari betina tertangkap dalam keadaan reproduktif (Shine et al. 1999). Hingga saat ini, ular ini belum dilindungi undang-undang. CITES (konvensi perdagangan hidupan liar yang terancam) memasukkannya ke dalam Apendiks II. 

Edited By : Admin
Source by : andryfarera

Nama - Nama Ilmiah Sebagian Reptil






  1. Batagur baska                   = Tuntong
  2. Caretta caretta                  = Penyu tempayan
  3. Carettochelys insculpta      = Kura-kura Irian
  4. Chelodina novaeguineae      =  Kura Irian leher panjang
  5. Chelonia mydas                 = Penyu hijau
  6. Chitra indica                     = Labi-labi besar
  7. Chlamydosaurus kingii       = Soa payung
  8. Chondropython viridis       = Sanca hijau
  9. Crocodylus novaeguineae   = Buaya air tawar Irian
  10. Crocodylus porosus          = Buaya muara
  11. Crocodylus siamensis       = Buaya siam
  12. Dermochelys coriacea      = Penyu belimbing
  13. Elseya novaeguineae         = Kura Irian leher pendek
  14. Eretmochelys imbricata     = Penyu sisik
  15. Gonychephalus dilophus    = Bunglon sisir
  16. Hydrasaurus amboinensis   = Soa-soa, Biawak Ambon, Biawak pohon
  17. Lepidochelys olivacea        = Penyu ridel
  18. Natator depressa               = Penyu pipih
  19. Orlitia borneensis              = Kura-kura gading
  20. Python molurus                = Sanca bodo
  21. Phyton timorensis             = Sanca Timor
  22. Tiliqua gigas                     = Kadal Panana
  23. Tomistoma schlegelii         = Senyulong, Buaya sapit
  24. Varanus borneensis            = Biawak Kalimantan
  25. Varanus gouldi                  = Biawak coklat
  26. Varanus indicus                = Biawak Maluku
  27. Varanus komodoensis        = Biawak komodo, Ora
  28. Varanus nebulosus            = Biawak abu-abu
  29. Varanus prasinus              = Biawak hijau
  30. Varanus timorensis           = Biawak Timor
  31. Varanus togianus              = Biawak Togian


Edited By : Admin
Source By : Link

Pertolongan Pertama akibat Gigitan Ular

Ilustrasi

1390381536636848339


Snake bite atau gigitan ular jika tidak ditangani secara tepat dan CEPAT bisa menyebabkan kematian, tidak seperti gigitan pacar atau suami-istri yang menyebabkan keenakan :D (Kidding).  Untuk itu perlu diketahui juga oleh masyarakat pada umumnya, karena jika kita berbicara masalah pertolongan pertama, tidak mesti harus menggunakan alat-alat medis dan keterampilan khusus. Cukup kita meluangkan waktu untuk membaca artikel ini :D
Apabila kita terkena gigitan ular, usahakan untuk mengetahui apakah ular yang menggigit itu berbisa atau tidak, hal ini bisa diketahui dengan adanya bekas taring ular pada anggota tubuh yang digigit (berarti berbisa). Akan tetapi kalau masih ragu apakah ular tersebut berbisa atau tidak kita anggap berbisa saja dulu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Mungkin bisa lihat gambar di bawah ini :
13903665131977745698 


13903665421337001473


Tanda gejala yang dapat dilihat jika terjadi gigitan ular berbisa antara lain: bengkak dan kemerahan di bagian yang tergigit, demam, mual-muntah, sakit kepala dll..
Langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan oleh orang umum adalah mencakup sebagai berikut:
1. Sebaiknya menjauh dari lokasi, amankan posisi dulu (pikirkan nasib Anda, jangan balas dendam dulu pada ular untuk membunuhnya).
2. Imobilisasi korban, maksudnya jangan banyak bergerak, karena aktivitas dapat menyebabkan bisa ular cepat mengalir ke pembuluh darah.
3. Gunakan tali, kain, pita atau apa saja buat mengikat bagian atas anggota badan yang tergigit ular, ikat sedemikian kencang, ikatan dikendorkan tiap 15 menit selama satu menit.  Lihat gambar:
1390366616320188014


4. Direkomendasikan bagi yang rumahnya jauh dari pusat pelayanan kesehatan yang memakan waktu lebih dari 30 menit: bikin sayatan menyilang di daerah gigitan dengan silet atau pisau yang bersih, lalu keluarkan bisanya dengan di sedot menggunakan spuid/jarum suntik (lepas dulu jarumnya), JANGAN sekali-kali menyedot dengan mulut. kalau tidak ada spuid bisa dengan cara urut perlahan hingga bisanya keluar, tapi tidak usah sampai bekas gigitan dipegang. Lihat gambar:
13903666751466390464

5. Pergi kepusat pelayanan kesehatan terdekat


INGAT pertolongan pertama itu tidak mesti menggunakan alat medis dan keterampilan layaknya paramedis. Orang umum juga bisa kalau mau belajar. Kita contoh negara Eropa dan Amerika yang menggratiskan pelatihan pertolongan pertama buat semua warganya. Indonesia kapan ya?
semoga bermanfaat :D
Sumber langkah pertolongan pertama: hasil pengembangan dari buku Depkes RI (2012) dan asuhan keperawatan gawat darurat 2009 (karena kalau masalah kesehatan tidak boleh menggunakan opini, harus sesuai prosedur) jadi buat pembaca tidak usah khawatir.

Edited by : Admin

Rabu, 14 Januari 2015

Cara Merawat Kura-Kura Indian Star / Kura2 istar

Kura-kura indian star adalah kura2 yang sangat banyak diminati di indonesia, Harga yang murah dibanding kura-kura darat lain, motif cantik, perawatan yang relatif murah dan mudah menjadi alasan para hobies dan collector untuk memelihara kura-kura indian star
Kura2 indian star adalah kura-kura yang mempunyai motif yang indah menyerupai bintang di bagian carapas/tempurungnya . kura2 ini memiliki nama latin Geochelone elegan.
Corak kura2 yang satu ini memang lebih indah di banding kura-kura darat lain, kura2 indian star dapat ditemukan di India, Srilangka, dan Birma, indian star yg berasal dari india&Srilanka agak berbeda coraknya dengan yang berasal dari birma, indian star yang berasal dari Birma memiliki nama latin Geochelone Platynota.
Perbedaannya adalah dari corak bintang pada tempurungnya. Star tortoise asal Srilangka cenderung memiliki radiasi bintang yang lebih banyak cabang dan warna kuningnya lebih bersih daripada yang asal dari India.
Istar yang berasal dari birma memiliki warna kuning yang lebih bersih dan warna hitam yang kelihatan lebih bersih. Istar dari Birma sedikit lebih mirip dengan Geochelone Radiata yang berasal dari Madagaskar.
Habitat asli Indian Star adalah daerah yang kering dan di tumbuhi rumput-rumputan serta semak-semak kecil. Tetapi kura-kura ini juga di temukan di beberapa tempat yang curah hujannya lebih tinggi. Jadi kura-kura ini mengkonsumsi rumput-rumputan cukup banyak selain buah-buahan atau kaktus Opuntia yang jatuh ke bawah.

Tips Memilih kura2Indian star :

bagi yang berminat memelihara indian star, berikut ini adalah tips2 memlih indian star , Pertama-tama :
- lihat hidungnya apakah terdapat cairan atau tidak. baiknya pilih yang tidak ada cairan
- cek plastron dan scutenya satu persatu pastikan gak ada luka dan tidak ada somplak atau retak
- lalu sentuh keempat kakinya apakah punya reaksi yang bagus, reaksi yang bagus kalau ditoel pasti responsif, biasanya langsung dimasukkan ke tempurung
- lihat matanya, biasanya istar baby sering kali matanya tertutup karna kotoran,   coba dengan membersihkannya dengan air hangat
- lihat ekornya dan lubang kloakanya
- lihat kelengkapan kukunya
- lihat cara jalannya, torto yang sehat jalannya tegap
- tes dengan makanan, kalau torto yg lincah dan aktif begitu lihat makanan akan jalan dan menghampiri makanan tersebut

Merawat Istar Yang Baru Datang Di rumah :
Langkah2 yang harus dilakukan ketika istar baru tiba d rumah, apabila istar yang kita dapat di kirim dari luar kota, pertama2 rendam indian star d air hangat setengah tempurungnya, kepala jangan sampai tenggelam. Biarkan kura2 minum karna telah menempuh perjalanan jauh berhari-hari dan berada di dalam paket yang panas indian star membutuhkan air agar tidak dehidrasi.
istar butuh waktu untuk beradaptasi dengan tempat barunya, istar yang sebelum’y d pelihara d kota panas atau ketika d toko memakai penghangat, pasti akan stres berada di tempat barunya, biarkan istar d tempat tenang beri makan dan jangan langsung d mainkan, istar yang masih stres tidak akan langsung mau makan, dan itu hal yang wajar, biasa’y keesokan harinya istar mulai mau makan, tetapi ada pula istar yang langsung makan dengan rakus ketika baru datang ke tempat baru.

Setting KandangKura-kura :


Kandang yang dipakai untuk indian star bisa dengan aquarium gek atau aquarium kaca. Desain kandang tergantung pada selera hobis, kebanyakan hobies  mendesain kandang agar semirip mungkin dengan habitat aslinya.
Untuk alas bisa menggunakan karet khusus untuk torto atau bisa dengan koran, koran lebih praktis untuk dibersihkan.











Perawatan hariankura-kura Indian Star
Seperti mahluk hidup lainnya kura2 perlu sinar matahari tentunya, kura2 perlu dijemur tiap hari. Sinar matahari membantu pencernaan dan penyerapan kalsium pada tulang dan tempurung mereka. Kura2 juga perlu d beri air, ada beberapa sumber yang mengatakan kura2 cukup d beri air 1 minggu sekali, ada juga yang memberinya dua hari sekali , apabila suhu kandang selalu panas, dan penjemuran tiap hari, tidak masalah apabila diberikan air dua hari sekali dengan cara merendamnya tiap pagi sebelum d jemur, apabila cuaca mendung kura2 tidak dianjurkan untuk direndam.


Untuk penjemuran bisa dilakukan antara jam 7-10 pagi, lamanya penjemuran 30-60 menit apabila (jam 7-8) dan cukup 15 menit apabila matahari sudah mulai panas atau terik. 

Jangan sampai lupa menjemur kura-kura seharian atau menjemur kura-kura di dalam akuarium/kaca karena di dalam kaca suhu jauh lebih panas, kura-kura bisa mati kepanasan. Apabila cuaca mendung atau bagi anda yang sibuk bekerja tetapi ingin memelihara reptile, jangan khawatir, pencahayaan bisa diganti dengan lampu Uvb atau lampu Basking spot. 



Makanan Untuk Indian Star :

Indian star adalah herbivora jangan sekali-kali memberikan makan daging-dagingan,  Makanan yang bagus untuk indian star yaitu sayuran yang mengandung kalsium yang tinggi, berserat tinggi, agak kering dan keras, tidak dianjurkan untuk memberikan sayur yang berprotein tinggi seperti kacang2an , buncis cukup diberi sesekali saja. 

Kelebihan protein akan mengakibatkan pertumbuhan badan yang terlalu cepat yang tidak di barengi dengan pertumbuhan tulang yang kuat. 

berikan makanan yang sudah terpenuhi nutrisi,serat,dan vitamin'y, banyak pelet olahan manusia yang sudah sangat lengkap nutrisinya seperti Mazuri yang aroma dan serat'y membuat kura2 menjadi jauh lebih lahap, Indian star juga bisa diberi makan Fumak,siomak,kaktus centong,pakcoy, sosin, untuk kangkung dan buncis cukup sesekali saja. 
Tidak dianjurkan untuk memberikan bayam dan kubis karena mengandung zat besi yang tinggi dan gas.


Penyakit Kura2 Dan Merawat Indian Star yang Sakit :

Umumnya penyakit pada indian star adalah pilek, sakit mata, mata tertutup dan tidak mau makan  :

Pilek
Pilek disebabkan perubahan cuaca atau kurang penjemuran karena musim penghujan bisa juga karna suhu kandang yang kurang panas, untuk kura2 yang pilek dianjurkan untuk selalu d jemur tiap pagi agar tetap nafsu makan, istar yang pilek atau flu biasanya menyebabkan nafsu makannya berkurang, Untuk obat yang diberikan hobies biasa memberikan terramycin yang diteteskan ke hidungnya selama dua kali sehari.

Sakit mata
Indian star yang sakit mata biasanya terlihat pada mata’y yang selalu mengeluarkan kotoran dan selalu tertutup, baiknya setiap pagi sebelum di jemur mata selalu di bersihkan dengan air hangat menggunakan kapas, lalu bisa diberikan obat Gentamicin, terbukti beberapa kali pemakaian sakit mata pada indian star sembuh total.

Suplement Vitamin dan Calsium
Selain variasi makanan yang bagus istar pun membutuhkan vitamin dan kalsium tambahan, kalsium bisa di dapat pada sinar matahari tetapi baiknya diberikan kalsium dan vitamin tambahan.

Kalsium+vit bisa d berikan 2 minggu sekali

Edited by :
Admin

Source by :
gharyreptileshop.blogspot.com


"Ingat Copy Paste  adalah HAL MENCURI apabila tidak di sertakan link Pemiliknya"


Beberapa Fakta Unik Tentang Kadal

Beberapa kadal seperti Tokek, memiliki kelopak mata. Tapi sama seperti ular, dua kelopak mata telah menyatu untuk membentuk sebuah "spectacle", kelopak mata yang masih terlihat jelas/ "tradisional" dari kadal adalah seperti yang dimiliki kadal (tokek) leopard.
 
Sama seperti ular, kadal juga dapat mencium bau dari udara, ini dikarekan ia juga memiliki jacobsen's organ/  Vomeronasal organ.






Salah satu jenis kadal yang unik adalah kadal tanpa kaki, sepintas mirip seperti ular. namun yang membedakannya adalah "kadal ular" ini mempunyai kelopak mata
Kebanyakan kadal mengganti gigi mereka sepanjang hidup, kecuali bunglon dan kadal Agamid.










 Ada 2 Jenis kadal yang berbisa, yaitu kadal raksasa gila (Heloderma sucpectum) dan kadal manik-manik mexico




      




Komodo adalah spesies kadal yang terbesar, panjang mereka dapat mencapai 10 kaki. Adalah jenis kadal pemangsa yang pintar karena setelah mereka tahu rute perjalanan mangsa mereka, mereka akan menunggu untuk menyergap mangsanya. komodo akan menggigit mangsanya, dan lewat gigitan itu ia akan meracuni mangsanya dengan bakteri diliurnya yang akan berkembangbiak pada luka mangsanya. komodo akan terus melacak mangsa tersebut, menunggu sampai hewan itu terlalu lemah untuk melarikan diri lalu kemudian menyantapnya.













Beberapa kadal bertanduk (Phrynosoma sp.) Dapat menyemprotkan darah dari mata mereka. kadal ini menyemprotkan darah lewat otot-otot pengikat yang mencegah aliran darah keluar dari kepala, tekanan darah dibangun di kepala sampai pembuluh darah di sudut dalam mata pecah, kadal ini mampu menyemprotkan darah hingga 4 meter. 






 











kadal herbivora seperti iguana hijau dapat menghemat air dengan mengeluarkan kelebihan garam dari aliran darah melalui hidung, "kelenjar garam" Inilah yang menghasilkan zat putih berkerak yang kita sering lihat di kandang atau disekitar mulut dan hidung iguana
     



Tokek adalah jenis kadal yang unik karena dapat mengeluarkan suara, ini dikarenakan tokek memiliki pita suara sehingga ia dapat menimbulkan bunyi-bunyian.

Rekor umur terpanjang dipegang oleh kadal manik-manik Meksiko (33 tahun 11 bulan) dan Cayman Island iguana tanah (33 tahun 5 bulan).








Basilisk dan kadal berkerah (Crotaphytus collaris) mampu berjalan di kaki belakang mereka (bipedal/ berdiri). Ketika muda, mereka bahkan dapat berjalan di atas air .



 
 
 
 
 


Kadal terbangkadal draco ditemukan di India, melambung antara pohon-pohon dengan menggunakan sayap seperti membran yang menghubungkan kaki depan dan belakangnya. Mereka datang ke tanah hanya untuk kawin dan bertelur









.

Edited by :
Admin

Source by :
nyatanyag.blogspot.com



"Ingat : Copy Paste adalah HAL MENCURI apabila tidak di sertakan link Pemiliknya"